Selasa, Maret 03, 2009

Alergi

Seringkali pasien datang ke tempat praktek sudah mengetahui bahwa dirinya terkena reaksi alergi, keluhan yang paling sering adalah gatal oleh karena mengkonsumsi makanan tertentu seperti ikan laut, telur atau obat obatan. Selama ini pasien berpandangan bahwa alergi adalah persoalan salah makan dan berakibat gatal pada kulit, padahal alergi tidak sesederhana itu.
Alergi adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing tertentu atau yang disebut alergen. Apabila alergen masuk ke dalam tubuh seseorang, melalui berbagai cara, baik terhisap, tertelan, maupun kontak dengan kulit, maka sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki alergi akan aktif dan menimbulkan reaksi yang berlebihan. Tidak demikian halnya dengan orang yang tidak memiliki bakat alergi, alergen tersebut tidak menyebabkan pengaruh yang bermakna.


Penyebab Alergi
Pada dasarnya sistem kekebalan tubuh merupakan benteng pertahanan terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit. Bila terdapat benda yang membahayakan yang disebut dengan antigen masuk, maka sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dengan cara mendatangi antigen tersebut dan menghasilkan antibodi yang disebut imunoglobulin (IgG, IgA, IgM, IgD,dan IgE). Imunoglobulin yang dapat menimbulkan reaksi alergi adalah IgE. Pada orang alergi produksi IgE sangat berlebihan.
Imunoglobulin E yang terbentuk ini akan mendekati antigen yang masuk ke dalam tubuh dan menempel di permukaannya. Selanjutnya IgE akan mengaktivasi sel mast. Sel mast ini mengandung zat-zat aktif seperti histamin yang dapat mengiritasi jaringan, akibatnya tubuh akan mengalami reaksi alergi seperti gatal, mata berair, bersin - bersin dll.
Salah satu reaksi berbahaya yang dapat disebabkan oleh reaksi alergi ini adalah pembengkakan jalan napas yang dapat menimbulkan sumbatan jalan nafas.

Alergi dapat terjadi baik sejak janin masih berada di dalam kandungan maupun di berbagai macam rentang usia. Pada umumnya alergi timbul di usia kanak-kanak, namun kejadian paling sering terjadi di usia dewasa. Penyebab sensitifnya seseorang terhadap alergen tertentu dan berlebihannya produksi IgE akibat terkena alergen masih belum diketahui penyebabnya. Diperkirakan hubungan yang paling sering adalah faktor keturunan. Alergi dapat diturunkan dari orang tua ke anak. Apabila kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi, maka risiko anak memiliki alergi sebesar 25%. Apabila salah satu dari kedua orang tua anak memiliki alergi, maka risiko meningkat menjadi 50% dan 75% bila alergi dimiliki oleh kedua orang tua.

Pencegahan Alergi
1. Hindari pemicu seperti makanan atau obat-obatan yang dapat menimbulkan reaksi alergi walaupun obat atau makanan tersebut hanya menyebabkan reaksi ringan.
2. Bila anda memiliki anak dengan alergi terhadap makanan tertentu, perkenalkan makanan yang baru satu persatu agar bisa diketahui mana yang menyebabkan alergi.
3. Bila anda pernah memiliki riwayat reaksi alergi yang serius, bawa obat-obatan darurat (seperti difenhidramin (antialergi) dan suntikan epinefrin atau obat sengatan lebah) sesuai dengan anjuran dari dokter.

Pengobatan Alergi
Pengobatan alergi pada dasarnya adalah simtomatik atau sesuai dengan gejala. Prinsip yang paling utama adalah menghindari benda-benda yang diperkirakan merupakan suatu alergen dengan tujuan agar pasien tidak kontak dengannya. Apabila reaksi alergi yang terjadi mengancam nyawa pasien, seperti terjadi pembengkakan di saluran nafas, maka pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani lebih baik.

Penanganan Alergi
Reaksi alergi ringan-sedang:
1. Tenangkan dan yakinkan bahwa pasien akan baik-baik saja karena kecemasan dapat memperparah keadaan.
2. Kenali dan identifikasi penyebab alergi. Bila telah diketahui maka segera hindarkan penderita dari penyebab. Penyebab alergi seperti sengatan lebah ditangani dengan cara mengeluarkan sengat menggunakan pencungkil baik kuku ataupun kartu kredit. Jangan menggunakan pinset atau penjepit lainnya karena dapat menghancurkan sengat dan menyebarkan racun lebih banyak
3. Bila penderita mengalami gatal-gatal segera berikan pelembab yang mengandung kalamin, seperti kaladin lotion atau sesuatu yang dingin.
4. Awasi penderita untuk gejala-gejala peningkatan distres
5. Panggil bantuan medis. Untuk gejala ringan mungkin hanya membutuhkan pengobatan yang ringan seperti anti alergi,misal cetirizin,loratadin,CTM dll

Reaksi parah:
1. Periksa tanda-tanda yang membahayakan, untuk pembengkakan jalan nafas adalah suara serak dan berbunyi saat penderita mengambil nafas. Bila penderita mengalami kesulitan bernafas dan sangat lemah atau mengalami penurunan kesadaran, segera panggil bantuan. Bila perlu berikan bantuan nafas.
2. Tenangkan penderita
3. Bila reaksi alergi adalah akibat sengatan lebah, hilangkan sengat dengan mencungkil,jangan menggunakan penjepit.
4. Bila penderita memiliki obat alergi segera berikan. Hindari pemberian melalui oral bila penderita mengalami kesulitan bernafas.
5. Ambil tindakan untuk menghindari terjadinya syok. Baringkan penderita di tempat yang datar, tinggikan kaki penderita sekitar 12 inchi dan selimuti penderita dengan jaket atau kain. Jangan tempatkan penderita dengan posisi seperti ini bila penderita mengalami cedera di bagian kepala, leher, punggung, atau kaki
6. Bila penderita mengalami penurunan kesadaran, segera lakukan tindakan penanganan penurunan kesadaran dan segera bawa ke rumah sakit terdekaat.

Untuk konsultasi masalah alergi lebih lanjut hubungi Dokter Anda

Blog Advertising

baca selengkapnya.....

Senin, Maret 02, 2009

Pemberian Vitamin Berlebih bagi Anak yang Tidak Membutuhkan

Tulisan ini saya ambil dari hasil study yang dilakukan di Amerika,semoga bermanfaat bagi orang tua.

Anak-anak dalam kondisi sehat di Amerika Serikat banyak yang mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral setiap harinya di mana umumnya tidak ada indikasi medis untuk mengkonsumsi suplemen tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh UC Davis yang dipublikasikan pada bulan Februari 2009 dalam the Archives of Pediatric & Adolescent Medicine telah mendapatkan data di mana banyak anak dan remaja dalam kondisi sehat di Amerika Serikat mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral yang tidak mereka butuhkan.


Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak yang membutuhkan vitamin justru tidak mendapatkannya. “Banyak anak-anak dan remaja yang mengkonsumsi suplemen vitamin justru tidak membutuhkannya karena mereka mendapatkan asupan vitamin yang adekuat dari diet sehari-hari,” kata Ulfat Shaikh, ketua penelitian, asisten professor bagian anak di UC Davis School of Medicine dan seorang dokter di UC Davis Children's Hospital.

“Penelitian kami juga mendapatkan data bahwa anak dan remaja yang menghadapi resiko defisiensi (kekurangan) vitamin dan mineral justru hanya sedikit yang mengkonsumsi suplemen,” kata Shaikh.

Shaikh dan teman-temannya menganalisis data dari 10.828 anak-anak berusia antara 2-17 tahun yang terlibat dalam National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) sejak tahun 1999-2004. Para peneliti melihat dari aktivitas mereka sehari-hari, tipe makanan yang mereka konsumsi, apakah mereka memiliki asuransi kesehatan, serta beberapa faktor lain sebelum menentukan golongan anak-anak yang membutuhkan asupan suplemen.

“The American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan penggunaan vitamin pada anak sehat berusia 1 tahun ke atas.”

“Kami ingin mengetahui golongan anak manakah yang membutuhkan tambahan asupan suplemen vitamin dan mineral serta apakah suplemen ini digunakan oleh orangtua mereka untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kurangnya asupan makanan atau kebersihan makanan,” kata Shaikh.

The American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan penggunaan vitamin pada anak sehat berusia 1 tahun ke atas. Penelitian sebelumnya mendapatkan data bahwa sepertiga anak-anak di Amerika Serikat mengkonsumsi multi-vitamin setiap harinya. Penelitian terbaru menemukan bahwa anak yang berada dalam kondisi sehat, aktif, makan makanan dengan gizi seimbang, dan memiliki akses lebih baik ke pusat kesehatan justru paling banyak mengkonsumsi vitamin.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa diantara anak-anak yang memiliki kondisi sangat sehat, 37% mengkonsumsi vitamin. Namun hanya sekitar 28% anak-anak yang berada dalam kondisi sakit atau kurang gizi yang mengkonsumsi vitamin.

“Mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral dalam jumlah banyak dapat menyebabkan efek samping yang bervariasi, mulai dari muntah sampai efek samping serius seperti kerusakan ginjal.”

Di dalam penelitian yang sama juga ditemukan bahwa banyak anak dengan overweight atau berat badan berlebih mengkonsumsi multivitamin. Sekitar 30-40% anak-anak yang makan sayuran dan minum susu mengkonsumsi multivitamin. Suplemen untuk anak-anak dan remaja yang sehat dan makan makanan dengan nutrisi seimbang sebenarnya tidak dibutuhkan secara medis namun memang tidak diatur oleh Food and Drug Administration (FDA).

Sebaliknya, justru banyak ditemukan kasus overdosis pada anak-anak usia 2-4 tahun yang berkaitan dengan konsumsi vitamin dan permen. Mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral dalam jumlah banyak dapat menyebabkan efek samping yang bervariasi, mulai dari muntah sampai efek samping serius seperti kerusakan ginjal. Shaikh berkata bahwa penelitian di masa depan mengenai isu ini akan disertakan dengan wawancara kepada orangtua mengenai alasan mereka memberikan suplemen vitamin dan mineral pada anak padahal tidak ada indikasi medis untuk memberikannya.

Kapan saatnya putra putri anda membutuhkan vitamin? Konsultasikan ke Dokter AndaBlog Advertising

baca selengkapnya.....

Rabu, Februari 25, 2009

Asam Urat (Arthritis Gout)

Gout atau orang awam sering bilang “asam urat” adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat mengontrol asam urat, sehingga kristal asam urat yang berlebihan akan menumpuk di dalam jaringan tubuh terutama di persendian. Gout ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah dan menyebabkan peradangan pada persendian (artritis). Gout kronik (jangka panjang) dapat menyebabkan penumpukan asam urat di dalam dan sekitar persendian, menurunkan fungsi ginjal dan membentuk batu ginjal.

Penyebab Gout
Asam urat merupakan zat sisa yang dibentuk oleh tubuh pada saat regenerasi sel. Beberapa orang yang menderita gout membentuk lebih banyak asam urat dalam tubuhnya dan tubuh anda tidak efektif dalam membuang asam urat melalui air seni, sehingga asam urat menumpuk dalam darah.
Genetik, jenis kelamin dan nutrisi (peminum alkohol, obesitas) memegang peranan penting dalam pembentukan penyakit gout.


Gejala dan Tanda Gout
Gejala awal dari artritis gout adalah panas, kemerahan dan pembengkakan pada sendi yang tipikal dan tiba-tiba. Persendian yang sering terkena adalah persendian kecil pada basis dari ibu jari kaki. Beberapa sendi lain yang dapat terkena ialah pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, jari tangan, dan siku. Pada serangan akut penderita gout dapat menimbulkan gejala demam dan nyeri hebat yang biasanya bertahan berjam-jam sampai seharian, dengan atau tanpa pengobatan.
Seiring berjalannya waktu serangan artritis gout akan timbul lebih sering dan lebih lama.
Pasien dengan gout meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal.
Kristal-kristal asam urat dapat membentuk tophi (benjolan keras tidak nyeri di sekitar sendi) di luar persendian. Tophi sering ditemukan di sekitar jari tangan, di ujung siku dan sekitar ibu jari kaki, selain itu dapat ditemukan juga pada daun telinga, tendon achiles (daerah belakang pergelangan kaki) dan pita suara (sangat jarang terjadi).

Diagnosa Gout
Penyakit gout tidak mudah didiagnosis hanya dengan pemeriksaan darah, karena kebanyakan orang yang mempunyai kadar asam urat yang tinggi tidak terkena penyakit gout.
Pemeriksaan tambahan yang paling bisa diandalkan untuk penyakit gout adalah menemukan kristal asam urat di dalam cairan sendi dengan cara aspirasi cairan sendi (arthrocentesis). Arthrocentesis merupakan prosedur umum yang dilakukan dengan anestesi lokal. Dengan menggunakan teknik yang steril, cairan diambil dari sendi yang meradang menggunakan suntikan dan jarum.
Selain itu gout juga dapat didiagnosa dengan menemukan kristal asam urat dari benjolan tophi.

Penatalaksanaan Gout
Gout tidak dapat disembuhkan, namun dapat diobati dan dikontrol. Gejala-gejala dalam 24 jam biasanya akan hilang setelah mulai pengobatan.
Gout secara umum diobati dengan obat anti inflamasi. Yang termasuk di dalamnya adalah:
* NSAIDs, seperti ibuprofen atau naproxen, secara umum diberikan untuk mengobati serangan berat dan mendadak, obat ini biasanya menurunkan peradangan dan nyeri dalam beberapa jam.
* Kortikosteroid, dapat diberikan pada orang yang tidak dapat menggunakan NSAIDs. Steroid bekerja sebagai anti peradangan. Steroid dapat diberikan dengan suntikan langsung pada sendi yang terkena atau diminum dalam bentuk tablet.
* Colchicine sering juga digunakan untuk mengobati peradangan pada penyakit gout.
* Allupurinol dapat menurunkan kadar asam urat dengan cara menekan produksi asam urat. Obat ini bekerja pada metabolisme asam urat dengan mencegah perubahan zat purine dalam makanan menjadi asam urat. Pengobatan ini tidak dianjurkan untuk orang dengan fungsi ginjal yang kurang, selain itu dapat menimbulkan efek samping seperti kemerahan dan kerusakan hati.

Pencegahan
Makanan yang mengandung tinggi purin dan tinggi protein sudah lama diketahui dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko terkena gout. Untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah dapat dilakukan sebagai berikut:

Pembatasan purin
Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari). Makan-makanan yang mengandung purin antara lain;
o Jeroan (jantung, hati, lidah ginjal, usus)
o Sarden
o Kerang
o Ikan herring
o Kacang-kacangan
o Bayam
o Udang
o Daun melinjo


Kalori sesuai kebutuhan
Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan keton yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin

Tinggi karbohidrat
Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Rendah protein
Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur.

Rendah lemak
Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.

Tinggi cairan
Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.

Tanpa alkohol
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

Konsultasikan penyakit anda ke dokter.Blog Advertising

baca selengkapnya.....

Rabu, Februari 18, 2009

Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang terjadi akibat meningkatnya tekanan darah. Hipertensi digolongkan menjadi dua jenis yaitu hipertensi primer atau essensial yang penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, gangguan anak ginjal, dll.
Tekanan darah adalah tekanan yang dikenakan oleh darah pada pembuluh darah arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh. Tekanan darah ditunjukkan dengan mengambil dua ukuran angka seperti berikut 120 /80 mmHg. Angka 120 menunjukkan tekanan pada pembuluh darah arteri ketika jantung berkontraksi yang disebut dengan tekanan sistolik. Angka 80 menunjukkan tekanan ketika jantung sedang berelaksasi yang disebut dengan tekanan diastolik. Sikap yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah dalam keadaan berbaring.

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa.
Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.Tanpa melihat usia atau jenis kelamin ,semua orang bisa terkena hipertensi dan biasanya tanpa ada gejala-gejala sebelumnya.
Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, sementara tekanan darah yang terus menerus tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu, hipertensi perlu deteksi dini yaitu dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, yang dapat dilakukan pada waktu check-up kesehatan atau saat periksa ke dokter. Biasanya dokter akan memeriksa dua kali atau lebih sebelum menentukan terkena tekanan darah tinggi atau tidak. Apabila pada kesempatan tersebut tekanan darah di atas 139/89 mmHg maka akan didiagnosa sebagai hipertensi (tekanan darah tinggi).
Target kerusakan organ akibat Hipertensi antara lain:
* Otak : menyebabkan stroke
* Mata : menyebabkan retinopati hipertensi dan dapat menimbulkan kebutaan
* Jantung : menyebabkan penyakit jantung koroner (termasuk infark jantung), gagal jantung
* Ginjal : menyebabkan penyakit ginjal kronik, gagal ginjal terminal.

Tekanan darah pada orang dewasa (>18 tahun) dibagi menjadi beberapa golongan menurut JNC VII sebagai berikut:
Normal apabila tekanan sistolik di bawah 120 mmHg dan tekanan diastolik di bawah 80 mmHg.
Prehipertensi apabila tekanan sistolik antara 120-139 mmHg dan diastolik antara 80-89 mmHg.
Hipertensi stadium 1 apabila tekanan sistolik antara 140-159 mmHg dan tekanan diastolik antara 90-99 mmHg.
Hipertensi stdium II apabila tekanan sistolik di atas atau sama dengan 160 mmHg dan tekanan diastolik diatas atau sama dengan 100 mmHg.

Perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium pada pasien hipertensi dengan tujuan sebagai berikut :
* Untuk mencari kemungkinan penyebab Hipertensi sekunder
* Untuk menilai apakah ada penyulit dan kerusakan organ target
* Untuk memperkirakan prognosis
* Untuk menentukan adanya faktor-faktor lain yang mempertinggi risiko penyakit jantung koroner dan stroke
Pemeriksaan laboratorium untuk hipertensi ada 2 macam yaitu :
1. Panel Evaluasi Awal Hipertensi : Pemeriksaan ini dilakukan segera setelah didiagnosis Hipertensi, dan sebelum memulai pengobatan
2. Panel Hidup Sehat dengan Hipertensi : Untuk memantau keberhasilan terapi.

Langkah awal terpenting pengobatan hipertensi adalah menurunkan tekanan darah anda dengan mengikuti gaya hidup sehat seperti aktif berolahraga, mengatur diet atau pola makan seperti rendah garam, rendah kolesterol dan lemak jenuh, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok, dan mengkonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter. Pengobatan hipertensi dilakukan terus menerus dengan maksud mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.
Obat-obatan yang sering diberikan oleh dokter adalah:
* Diuretik, misalnya: furosemid, HCT.
* Beta-blocker,misalnya : propanolol, bisoprolol, metoprolol, atenolol dll
* ACE-inhibitor, misalnya : captopril, ramipril, imidapril, enalapril dll
* Receptor Angiotensin II antagonist, misalnya : candesartan, irbesartan, valsartan, losartan dll
* Calcium antagonist, misalnya : amlodipin, felodipin, verapamil,nifedipin dll
* Aldosteron antagonist
* Centrally acting drug, misalnya reserpin,
Secara umum obat-obatan di atas dapat diberikan ke semua stadium hipertensi dengan atau tanpa komplikasi. Dapat juga dikombinasikan antara obat satu dengan lainnya (misalnya; untuk hipertensi grade 2 diberikan diuretik dengan ACE-inhibitor atau Receptor angiotensin II antagonist atau calcium antagonist) kombinasi ini diberikan sesuai dengan tubuh penderita. Maka sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin tekanan darah minimal 1 kali sebulan untuk memonitor efektivitas obat.

Untuk keterangan dan terapi lebih lanjut hubungi dokter anda.Blog Advertising

baca selengkapnya.....

Kamis, Februari 12, 2009

Keputihan

Keputihan atau dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah). Keputihan ada 2 macam, fisiologis/normal dan patologis/penyakit.
Keputihan adalah satu gejala akibat adanya suatu proses infeksi atau alergi di daerah kemaluan wanita.


Gejala
Pada saat tertentu, memang terjadi peningkatan jumlah cairan secara fisiologis, namun hal itu bukan merupakan suatu tanda adanya penyakit. Jumlah cairan vagina meningkat dalam kondisi meningkatnya jumlah hormon pada sekitar masa haid atau saat hamil, rangsangan seksual, stress atau kelelahan, penggunaan obat-obatan atau alat kontrasepsi.
Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.
Sementara keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi oleh karena parasit, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya.
Sebagian besar keputihan disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis yang menghasilkan banyak cairan berupa cairan encer berwarna kuning kelabu.
Keputihan yang patut diwaspadai jika timbul gejala meningkatnya jumlah cairan vagina dari biasanya hingga terus menerus muncul dan acap kali mengganggu, berbau amis, apek, busuk, berwarna putih susu, kuning tua, coklat, kehijauan bercampur darah. Cairan vagina yang tidak normal juga ditandai dengan konsistensi encer, berbuih hingga kental menggumpal seperti susu basi.

Pencegahan
Untuk mengatasinya sebaiknya dengan sering berganti celana dalam minimal 2 kali sehari. Penting untuk diperhatikan, hindari celana dalam yang berbahan nilon, celana dalam berbahan katun lebih baik untuk dipakai harian, karena bahan nilon kebanyakan akan menimbulkan hawa lembab.
Selalu keringkan kemaluan setelah bab dan bak dengan menggunakan handuk bersih atau tissue.Penggunaan pantyliner aman digunakan setiap hari. Asalkan, sebuah pantyliner tidak digunakan sepanjang hari, gantilah secara periodik. Untuk menghindari munculnya keputihan, kondisi vagina harus terus dijaga selalu dalam keadaan kering dan bersih. Walau pantyliner mampu menyerap lendir, vagina tetap dapat menjadi lembab akibat penggunaan pantyliner sepanjang hari.
Hindari pula terlalu sering menggunakan cairan pembersih vagina (vaginal wash), hal tersebut dapat membunuh bakteri yang baik yang terdapat di daerah vagina. Kuman yang baik tersebut harus ada, karena berfungsi untuk membunuh kuman yang jahat dengan mempertahankan tingkat keasaman vagina.

Pengobatan
Keputihan yang disebabkan oleh infeksi memerlukan pengobatan sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan oral dapat menjadi pilihan, dengan mengkonsumsi obat berupa kapsul yang mengandung bahan aktif fluconazole. Karena terbukti memiliki efektivitas dan keamanan yang baik untuk mengatasi penyakit keputihan akibat jamur. Walaupun kebanyakan obat yang mengandung bahan aktif tersebut harganya relatif mahal, dosisnya cukup diminum 1 kali untuk 10 hari.
Dapat diberikan antibiotik oral maupun vaginal supositoria apabila penyebabnya adalah bakterial. Pada kasus keputihan yang disebabkan bakteri dan jamur bisa digunakan veginal suppositoria yang berisi kombinasi antara antijamur dan antibakteri.
Perubahan gaya hidup juga dapat mencegah keputihan kembali berulang. Selalu perhatikan kebersihan vagina dengan baik dan benar, seperti halnya mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari, kemudian keringkan selalu dengan tissue setelah BAK dan hindari langsung pakai celana pada saat kondisi sedang setengah lembab sekalipun.

Penting untuk diperhatikan, jika sakit berlanjut, segera lakukan konsultasi dengan dokter anda.Blog Advertising

baca selengkapnya.....

Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini memiliki definisi ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan.
Penelitian terakhir menyebutkan bahwa ejakulasi dini adalah ketidak mampuan mengontrol ejakulasi secara seksual maupun emosional. Namun harus dievaluasi lagi, bahwa ada pria yang ejakulasi dalam waktu 1 menit tetap 'senang' saja karena pasangannya terpuaskan, sedangkan ada pria yang ejakulasi dalam 10 menit yang merasa mengalami ejakulasi dini karena tidak mampu memuaskan pasangannya.
Penyebab dari ejakulasi dini harus dicari terlebih dahulu, apakah psikologik (perasaan bersalah, stress, kecemasan, disfungsi ereksi), organik (gangguan organ), atau iatrogenik (karena tindakan medis). Penyebab ejakulasi dini sendiri paling banyak disebabkan oleh psikologis.

Ejakulasi dini sendiri terbagi atas primer (ejakulasi dini terjadi dari awal postpubertas) atau sekunder (sebelumnya ejakulasi normal dan tiba-tiba menjadi ejakulasi dini). Penyebab dari ejakulasi dini ini sebaiknya Anda cari dan kenali agar penatalaksanaan yang dilakukan dapat tuntas.

Penyebab Ejakulasi Dini
Penyebabnya bisa bermacam, yaitu rasa panik, tertekan, kecanduan obat, masalah dalam hubungan sehari-hari dengan pasangan, perubahan status, gangguan ereksi, hingga libido rendah. Hubungan seksual aktif tidak termasuk diantaranya. Selama Anda terhindar dari kondisi-kondisi di atas, diharapkan dapat mencegah terjadinya ejakulasi dini.

Mengatasi Ejakulasi Dini
Beberapa cara yang dilakukan untuk mengontrol ejakulasi dini adalah :
1. Jangan menggunakan narkotik atau alkohol.
2. Cobalah untuk relaks atau santai sebelum berhubungan seksual.
3. Bernapas dalam. Salah satu cara yang paling mudah untuk santai ketika berhubungan adalah menarik napas dalam.
4. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum berhubungan dapat memperlama fase ereksi
5. Melakukan teknik Stop-Start yang dipopulerkan oleh Masters dan Johson. Teknik ini cukup efektif untuk mengontrol ejakulasi. Cara yang dilakukan adalah :
o Pasangan wanita memulai dengan rangsangan pada penis pria dan menghentikannya ketika pria merasakan sensasi yang dapat membuat ejakulasi.
o Pasangan wanita kemudian memberikan tekanan lembut pada penis tepat dibelakang kepala penis sampai sensasi tersebut menghilang.
o Pria bernapas dalam dan merasakan sensasi tersebut dan berusaha mengendalikannya.
o Apabila sensasi sudah menghilang maka rangsangan dapat diberikan kembali oleh pasangan wanita.
o Lakukan berulang-ulang sampai kurang lebih 10 kali
o Setelah berlatih metode ini, pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan pasangan wanita berada di posisi atas
6. Arah pikiran dan konsentrasi. Arahkan pikiran pada sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan seks ketika berhubungan badan. Bisa juga sambil memikirkan yang tidak sukai. Hal ini akan mengurangi rangsangan yang diterima.
7. Mengurangi sensitifitas pada penis. Gunakan kondom, cream atau alat bantu seks lainnya yang dapat mengurangi rangsangan yang diterima oleh pihak pria. Kondom yang digunakan sebaiknya yang ukuran tebal agar dapat mengurangi rangsangan yang bakal diterima nanti.
8. Posisi yang tepat. Carilah posisi-posisi hubungan intim yang biasanya dapat anda nikmati dalam waktu yang lama. Pakailah posisi tersebut di awal permainan agar dapat tahan lama dan pasangan anda bisa orgasme atau keluar lebih dahulu.
Teknik ini cukup efektif untuk mengontrol ejakulasi. Cara yang dilakukan adalah :
9. Pasangan wanita memulai dengan rangsangan pada penis pria dan menghentikannya ketika pria merasakan sensasi yang dapat membuat ejakulasi.
10. Pasangan wanita kemudian memberikan tekanan lembut pada penis tepat dibelakang kepala penis sampai sensasi tersebut menghilang.
11. Pria bernapas dalam dan merasakan sensasi tersebut dan berusaha mengendalikannya.
12. Apabila sensasi sudah menghilang maka rangsangan dapat diberikan kembali oleh pasangan wanita.
13. Lakukan berulang-ulang sampai kurang lebih 10 kali

Latihan ini adalah latihan pengendalian diri di dalam berhubungan intim. Jika keluhan masih belum dapat teratasi, segera menghubungi dokter spesialis andrologi untuk konsultasi lebih lanjut.
disarikan dari newsletter rubrik seks dan andrologi

baca selengkapnya.....