Kamis, April 16, 2009

Flu Singapura



Akhir akhir ini kita dibuat heboh oleh pemberitaan mewabahnya flu singapura di jabodetabek. Sebetulnya gejala flu singapura seperti halnya flu biasa, hanya timbul bercak bercak di kaki, tangan dan mulut. Flu singapura disebabkan oleh virus RNA seperti Coxsackie A16, Enterovirus 71 yang ditularkan oleh orang yang baru pulang dari luar negeri, penularannya bisa lewat kontak langsung dengan penderita melalui udara, percikan air liur, air kencing, cairan dari vesikel atau ekskreta ataupun tinja penderita maupun tidak langsung melalui benda benda yang tercemar virus oleh penderita flu singapura. Sebaiknya orang yang baru bepergian dari luar negeri menyegerakan mencuci semua baju dan membersihkan diri sebelum kontak dengan orang lain.

Penderita flu singapura biasanya mengalami gejala seperti flu biasa, mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, batuk, pilek, lelah, pegal pegal. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulkus di mulut seperti sariawan pada lidah, gusi dan pipi sebelah dalam terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Bersamaan dengan itu timbul ruam, lepuh kemerahan yang kecil dan rata, papulovesikel yang tidak gatal di telapak tangan dan kaki. Kadang-kadang ruam ada di bokong. Penyakit ini membaik sendiri dalam 7-10 hari. Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.
Kalau menyerang pada orang dewasa biasanya tidak menimbulkan masalah yang serius, tetapi perlu diwaspadai kalau flu singapura menyerang balita, anak anak, orang tua, orang dengan daya tahan rendah, dan orang yang menderita sakit menahun seperti penyakit asma, penyakit jantung bawaan, darah tinggi, kencing manis atau orang yang sedang menjalani terapi kanker.

Seperti infeksi virus pada umumnya yang dapat sembuh sendiri flu singapurapun demikian, yang menjadi masalah adalah terjadinya infeksi sekunder. Karena infeksi virus ini bakteri yang tadinya tidak berbahaya (non pathogen) menjadi lebih berbahaya (pathogen), infeksi bakteri inilah yang dapat berakibat fatal atau bahkan dapat menimbulkan kematian bagi penderitanya kalau tidak diantisipasi dengan benar. Infeksi bakterial di saluran pernafasan dapat menimbulkan penyakit bronchitis, bronchopneumonia atau malah pneumonia. Komplikasi lain dari flu singapura dapar menyebabkan radang selaput otak (meningitis), radang otak (enchepalitis), radang otot jantung (myocarditis), dan kelumpuhan.

Pengobatan yang diberikan pada penderita flu singapura sebatas menghilangkan gejala gejala yang muncul. Diberikan analgetik antipiretik untuk mengurangi demam dan pegal pegal seperti paracetamol, diberikan anti batuk dan pilek apabila ada gejala batuk pilek, diberikan antiseptik mulut untuk mengurang sariawan. Yang terpenting adalah meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dapat juga diberikan echinasea. Apabila muncul infeksi sekunder oleh karena bakteri diberikan antibiotik yang tepat atau segera menghubungi dokter anda.

Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik. Pencegahan penyakit adalah dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan perorangan misal cuci tangan, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang mungkin terkontaminasi virus. Untuk mencegah terinfeksinya flu singapura terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah sebaiknya menghindari kontak dengan penderita. Vaksinasi influenza kurang efektif karena virus influenza mudah bermutasi , vaksin baru efektif apabila menggunakan bahan virus saat terjadi endemis padahal virus yang digunakan untuk vaksinasi adalah virus yang diambil sebelum kejadian endemis sekarang.
Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul ruam sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar