Selasa, April 14, 2009

Manfaat Dan Kiat Kiat Pemberian ASI Yang Benar


Pemberian ASI sejak dini atau segera seusai kelahiran dapat mencegah jumlah kematian bayi yang signifikan di negara berkembang. Menyusui satu jam pertama diperkirakan menyelamatkan satu juta nyawa bayi. Pemberian ASI sejak dini dan memberi makanan bergizi bisa melindungi bayi terhadap penyakit mematikan. Unicef memperkirakan, pemberian ASI eksklusif sampai usia enam bulan dapat mencegah kematian 1,3 juta anak berusia di bawah lima tahun. Suatu penelitian di Ghana yang diterbitkan jurnal Pediatrics menunjukkan, 16 persen kematian bayi dapat dicegah melalui pemberian ASI pada bayi sejak hari pertama kelahirannya. Angka ini naik menjadi 22 persen jika pemberian ASI dimulai dalam satu jam pertama setelah kelahiran bayi. Lebih dari sepertiga kematian anak terjadi pada bulan-bulan pertama yang rawan dalam hidupnya. Setiap tahun, empat juta bayi meninggal pada 28 hari pertama setelah lahir.
Kontak antara kulit ibu dan kulit bayi segera setelah lahir dan menyusu sendiri dalam satu jam pertama kehidupan sangat penting. Selain itu, bayi jadi lebih tenang, kurang stres, pernapasan dan detak jantungnya lebih stabil. Bayi akan tercemar lebih dulu oleh bakteri dari ibu yang tidak berbahaya atau ada antinya di ASI ibu. Bakteri ini akan membuat koloni di usus dan kulit bayi menyaingi bakteri yang lebih ganas dari lingkungan.Bayi juga mendapat kolostrum, cairan emas kaya antibodi, dan zat-zat penting untuk kelangsungan hidup bayi.
Di Indonesia hanya 8% ibu memberi ASI eksklusif kepada bayinya sampai berumur enam bulan dan hanya 4% bayi disusui ibunya dalam waktu satu jam pertama setelah kelahirannya. Padahal, diperkirakan sekitar 30.000 kematian bayi baru lahir (usia di bawah 28 hari) di Indonesia dapat dicegah melalui pemberian ASI pada satu jam pertama setelah lahir. Kegagalan pemberian ASI seringkali karena ketidak tahuan ibu dalam memposisikan dan melekatkan bayi. Puting ibu menjadi lecet sehingga ibu jadi segan menyusui, produksi ASI berkurang dan bayi menjadi malas menyusu. Ada beberapa tips cara menyusui yang benar, adapun langkah menyusui bayi yang benar adalah :

1. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir.
2. Perah sedikit ASI dan oleskan ke puting dan areola sekitarnya. Manfaatnya adalah sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
3. Ibu duduk dengan santai kaki tidak boleh menggantung.
4. Posisikan bayi dengan benar, yaitu :
*Bayi dipegang dengan satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku ibu, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.
*Perut bayi menempel ke tubuh ibu.
*Mulut bayi berada di depan puting ibu.
*Lengan yang di bawah merangkul tubuh ibu, jangan berada di antara tubuh ibu dan bayi. Tangan yang di atas boleh dipegang ibu atau diletakkan di atas dada ibu.
*Telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus.
5. Bibir bayi dirangsang dengan puting ibu dan akan membuka lebar, kemudian dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan putting serta areola dimasukkan ke dalam mulut bayi.
6. Cek apakah perlekatan sudah benar :
*Dagu menempel ke payudara ibu.
*Mulut terbuka lebar.
*Sebagian besar areola terutama yang berada di bawah, masuk ke dalam mulut bayi.
*Bibir bayi terlipat keluar.
*Pipi bayi tidak boleh kempot (karena tidak menghisap, tetapi memerah ASI).
*Tidak boleh terdengar bunyi decak, hanya boleh terdengar bunti menelan.
*Ibu tidak kesakitan.
*Bayi tenang.
*Apabila posisi dan perlekatan sudah benar, maka diharapkan produksi ASI tetap banyak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar