Rabu, Februari 18, 2009

Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang terjadi akibat meningkatnya tekanan darah. Hipertensi digolongkan menjadi dua jenis yaitu hipertensi primer atau essensial yang penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, gangguan anak ginjal, dll.
Tekanan darah adalah tekanan yang dikenakan oleh darah pada pembuluh darah arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh. Tekanan darah ditunjukkan dengan mengambil dua ukuran angka seperti berikut 120 /80 mmHg. Angka 120 menunjukkan tekanan pada pembuluh darah arteri ketika jantung berkontraksi yang disebut dengan tekanan sistolik. Angka 80 menunjukkan tekanan ketika jantung sedang berelaksasi yang disebut dengan tekanan diastolik. Sikap yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah dalam keadaan berbaring.

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa.
Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.Tanpa melihat usia atau jenis kelamin ,semua orang bisa terkena hipertensi dan biasanya tanpa ada gejala-gejala sebelumnya.
Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, sementara tekanan darah yang terus menerus tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu, hipertensi perlu deteksi dini yaitu dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, yang dapat dilakukan pada waktu check-up kesehatan atau saat periksa ke dokter. Biasanya dokter akan memeriksa dua kali atau lebih sebelum menentukan terkena tekanan darah tinggi atau tidak. Apabila pada kesempatan tersebut tekanan darah di atas 139/89 mmHg maka akan didiagnosa sebagai hipertensi (tekanan darah tinggi).
Target kerusakan organ akibat Hipertensi antara lain:
* Otak : menyebabkan stroke
* Mata : menyebabkan retinopati hipertensi dan dapat menimbulkan kebutaan
* Jantung : menyebabkan penyakit jantung koroner (termasuk infark jantung), gagal jantung
* Ginjal : menyebabkan penyakit ginjal kronik, gagal ginjal terminal.

Tekanan darah pada orang dewasa (>18 tahun) dibagi menjadi beberapa golongan menurut JNC VII sebagai berikut:
Normal apabila tekanan sistolik di bawah 120 mmHg dan tekanan diastolik di bawah 80 mmHg.
Prehipertensi apabila tekanan sistolik antara 120-139 mmHg dan diastolik antara 80-89 mmHg.
Hipertensi stadium 1 apabila tekanan sistolik antara 140-159 mmHg dan tekanan diastolik antara 90-99 mmHg.
Hipertensi stdium II apabila tekanan sistolik di atas atau sama dengan 160 mmHg dan tekanan diastolik diatas atau sama dengan 100 mmHg.

Perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium pada pasien hipertensi dengan tujuan sebagai berikut :
* Untuk mencari kemungkinan penyebab Hipertensi sekunder
* Untuk menilai apakah ada penyulit dan kerusakan organ target
* Untuk memperkirakan prognosis
* Untuk menentukan adanya faktor-faktor lain yang mempertinggi risiko penyakit jantung koroner dan stroke
Pemeriksaan laboratorium untuk hipertensi ada 2 macam yaitu :
1. Panel Evaluasi Awal Hipertensi : Pemeriksaan ini dilakukan segera setelah didiagnosis Hipertensi, dan sebelum memulai pengobatan
2. Panel Hidup Sehat dengan Hipertensi : Untuk memantau keberhasilan terapi.

Langkah awal terpenting pengobatan hipertensi adalah menurunkan tekanan darah anda dengan mengikuti gaya hidup sehat seperti aktif berolahraga, mengatur diet atau pola makan seperti rendah garam, rendah kolesterol dan lemak jenuh, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok, dan mengkonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter. Pengobatan hipertensi dilakukan terus menerus dengan maksud mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.
Obat-obatan yang sering diberikan oleh dokter adalah:
* Diuretik, misalnya: furosemid, HCT.
* Beta-blocker,misalnya : propanolol, bisoprolol, metoprolol, atenolol dll
* ACE-inhibitor, misalnya : captopril, ramipril, imidapril, enalapril dll
* Receptor Angiotensin II antagonist, misalnya : candesartan, irbesartan, valsartan, losartan dll
* Calcium antagonist, misalnya : amlodipin, felodipin, verapamil,nifedipin dll
* Aldosteron antagonist
* Centrally acting drug, misalnya reserpin,
Secara umum obat-obatan di atas dapat diberikan ke semua stadium hipertensi dengan atau tanpa komplikasi. Dapat juga dikombinasikan antara obat satu dengan lainnya (misalnya; untuk hipertensi grade 2 diberikan diuretik dengan ACE-inhibitor atau Receptor angiotensin II antagonist atau calcium antagonist) kombinasi ini diberikan sesuai dengan tubuh penderita. Maka sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin tekanan darah minimal 1 kali sebulan untuk memonitor efektivitas obat.

Untuk keterangan dan terapi lebih lanjut hubungi dokter anda.Blog Advertising

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar