Senin, Februari 02, 2009

Gondongan (Parotitis Epidemika)


Gondongan merupakan salah satu penyakit yang sering mengenai anak-anak, terutama mereka yang berumur 2 hingga 14 tahun. Walaupun demikian, anak yang lebih muda, remaja, atau orang dewasa dapat terkena.

Gondongan disebabkan oleh virus (paramyxovirus), gondongan termasuk penyakit self limiting diseases yaitu penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa diobati penyebabnya, pengobatan hanya ditujukan untuk gejalanya saja, seperti demam,nyeri di tempat bengkak,sakit kepala serta pembengkakannya.


Gejala yang paling menonjol dari gondongan adalah pembengkakan disertai nyeri pada pipi bagian belakang di bawah telinga, baik satu atau kedua belah pipi. Pembengkakan ini terjadi akibat infeksi kelenjar ludah (parotis). Gondongan adalah penyakit yang sangat menular di masyarakat, penularan biasanya lewat percikan ludah penderita yang terbawa udara dan dihirup oleh orang lain. Masa inkubasi gondongan 14 sampai dengan 24 hari, di dunia medis gondongan sering disebut parotitis epidemika.

Pada laki-laki dewasa dapat timbul pembengkakan buah zakar (testis), biasanya 7 sampai 10 hari setelah terjadi pembengkakan kelenjar ludah. Hanya 20% - 30% kasus parotitis yang disertai dengan pembengkakan testis. Meskipun kemungkinannya sangat kecil, infeksi testis dapat saja mengakibatkan kemandulan pada penderitanya.

Pada wanita, gondongan dapat disertai dengan infeksi di indung telur (ovarium), yang dirasakan sebagai nyeri pada bagian perut. Berbeda halnya dengan laki-laki yang dapat mengalami kemandulan, sel telur yang terdapat diindung telur tidak terpengaruh oleh infeksi virus ini.

Walaupun jarang, infeksi virus juga dapat terjadi di organ tubuh yang lain, misalnya pada pankreas, otak, selaput otak, dll.

Gejala-gejala di atas umumnya disertai dengan demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Selain itu, dapat timbul keluhan nyeri saat mengunyah makanan.

Pengobatan gondongan ditujukan untuk mengatasi gejalanya. Untuk mengatasi demam dan sakit kepala digunakan obat antinyeri antidemam (analgetik antipiretik) misalnya parasetamol atau ibuprofen. Sedangkan untuk mengatasi pembengkakan digunakan obat-obat antiinflamasi.

Pembengkakan di kelenjar juga dapat dikurangi dengan cara sering mengunyah misal untuk anak anak dan dewasa diberikan permen karet dengan tujuan merangsang kelenjar ludah mengeluarkan air ludahnya sehingga pembengkakan menjadi kempis, asal tidak menimbulkan rasa sakit.

Cara lain untuk mengurangi gejala pada daerah pembengkakan adalah mengompres pipi atau buah zakar dengan air dingin. Sedangkan untuk mengurangi demam adalah dengan mengompres dengan air hangat pada ketiak dan selangkang pada bayi/anak dapat juga diberikan pelukan orangtuanya supaya terjadi perpindahan panas dari bayi/anak ke orangtuanya.

Seperti telah disebutkan di atas, antibiotik tidak dapat membunuh virus penyebab gondongan. Virus biasanya akan disingkirkan sendiri oleh tubuh setelah beberapa hari. Oleh karena itu, faktor daya tahan tubuh sangat berperan. Untuk itu, asupan makanan penderita harus tetap diperhatikan agar daya tahan tubuhnya tidak terlalu lemah. Dokter juga sering memberikan imunomedulator seperti echinasea supaya daya tahan tubuh meningkat.Gondongan (Parotitis Epidemika)
Gondongan merupakan salah satu penyakit yang sering mengenai anak-anak, terutama mereka yang berumur 2 hingga 14 tahun. Walaupun demikian, anak yang lebih muda, remaja, atau orang dewasa dapat terkena.

Gondongan disebabkan oleh virus (paramyxovirus), gondongan termasuk penyakit self limiting diseases yaitu penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa diobati penyebabnya, pengobatan hanya ditujukan untuk gejalanya saja, seperti demam,nyeri di tempat bengkak,sakit kepala serta pembengkakannya.

Gejala yang paling menonjol dari gondongan adalah pembengkakan disertai nyeri pada pipi bagian belakang di bawah telinga, baik satu atau kedua belah pipi. Pembengkakan ini terjadi akibat infeksi kelenjar ludah (parotis). Gondongan adalah penyakit yang sangat menular di masyarakat, penularan biasanya lewat percikan ludah penderita yang terbawa udara dan dihirup oleh orang lain. Masa inkubasi gondongan 14 sampai dengan 24 hari, di dunia medis gondongan sering disebut parotitis epidemika.

Pada laki-laki dewasa dapat timbul pembengkakan buah zakar (testis), biasanya 7 sampai 10 hari setelah terjadi pembengkakan kelenjar ludah. Hanya 20% - 30% kasus parotitis yang disertai dengan pembengkakan testis. Meskipun kemungkinannya sangat kecil, infeksi testis dapat saja mengakibatkan kemandulan pada penderitanya.

Pada wanita, gondongan dapat disertai dengan infeksi di indung telur (ovarium), yang dirasakan sebagai nyeri pada bagian perut. Berbeda halnya dengan laki-laki yang dapat mengalami kemandulan, sel telur yang terdapat diindung telur tidak terpengaruh oleh infeksi virus ini.

Walaupun jarang, infeksi virus juga dapat terjadi di organ tubuh yang lain, misalnya pada pankreas, otak, selaput otak, dll.

Gejala-gejala di atas umumnya disertai dengan demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Selain itu, dapat timbul keluhan nyeri saat mengunyah makanan.

Pengobatan gondongan ditujukan untuk mengatasi gejalanya. Untuk mengatasi demam dan sakit kepala digunakan obat antinyeri antidemam (analgetik antipiretik) misalnya parasetamol atau ibuprofen. Sedangkan untuk mengatasi pembengkakan digunakan obat-obat antiinflamasi.

Pembengkakan di kelenjar juga dapat dikurangi dengan cara sering mengunyah misal untuk anak anak dan dewasa diberikan permen karet dengan tujuan merangsang kelenjar ludah mengeluarkan air ludahnya sehingga pembengkakan menjadi kempis, asal tidak menimbulkan rasa sakit.

Cara lain untuk mengurangi gejala pada daerah pembengkakan adalah mengompres pipi atau buah zakar dengan air dingin. Sedangkan untuk mengurangi demam adalah dengan mengompres dengan air hangat pada ketiak dan selangkang pada bayi/anak dapat juga diberikan pelukan orangtuanya supaya terjadi perpindahan panas dari bayi/anak ke orangtuanya.

Seperti telah disebutkan di atas, antibiotik tidak dapat membunuh virus penyebab gondongan. Virus biasanya akan disingkirkan sendiri oleh tubuh setelah beberapa hari. Oleh karena itu, faktor daya tahan tubuh sangat berperan. Untuk itu, asupan makanan penderita harus tetap diperhatikan agar daya tahan tubuhnya tidak terlalu lemah. Dokter juga sering memberikan imunomedulator seperti echinasea supaya daya tahan tubuh meningkat.Gondongan (Parotitis Epidemika)
Gondongan merupakan salah satu penyakit yang sering mengenai anak-anak, terutama mereka yang berumur 2 hingga 14 tahun. Walaupun demikian, anak yang lebih muda, remaja, atau orang dewasa dapat terkena.

Gondongan disebabkan oleh virus (paramyxovirus), gondongan termasuk penyakit self limiting diseases yaitu penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa diobati penyebabnya, pengobatan hanya ditujukan untuk gejalanya saja, seperti demam,nyeri di tempat bengkak,sakit kepala serta pembengkakannya.

Gejala yang paling menonjol dari gondongan adalah pembengkakan disertai nyeri pada pipi bagian belakang di bawah telinga, baik satu atau kedua belah pipi. Pembengkakan ini terjadi akibat infeksi kelenjar ludah (parotis). Gondongan adalah penyakit yang sangat menular di masyarakat, penularan biasanya lewat percikan ludah penderita yang terbawa udara dan dihirup oleh orang lain. Masa inkubasi gondongan 14 sampai dengan 24 hari, di dunia medis gondongan sering disebut parotitis epidemika.

Pada laki-laki dewasa dapat timbul pembengkakan buah zakar (testis), biasanya 7 sampai 10 hari setelah terjadi pembengkakan kelenjar ludah. Hanya 20% - 30% kasus parotitis yang disertai dengan pembengkakan testis. Meskipun kemungkinannya sangat kecil, infeksi testis dapat saja mengakibatkan kemandulan pada penderitanya.

Pada wanita, gondongan dapat disertai dengan infeksi di indung telur (ovarium), yang dirasakan sebagai nyeri pada bagian perut. Berbeda halnya dengan laki-laki yang dapat mengalami kemandulan, sel telur yang terdapat diindung telur tidak terpengaruh oleh infeksi virus ini.

Walaupun jarang, infeksi virus juga dapat terjadi di organ tubuh yang lain, misalnya pada pankreas, otak, selaput otak, dll.

Gejala-gejala di atas umumnya disertai dengan demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Selain itu, dapat timbul keluhan nyeri saat mengunyah makanan.

Pengobatan gondongan ditujukan untuk mengatasi gejalanya. Untuk mengatasi demam dan sakit kepala digunakan obat antinyeri antidemam (analgetik antipiretik) misalnya parasetamol atau ibuprofen. Sedangkan untuk mengatasi pembengkakan digunakan obat-obat antiinflamasi.

Pembengkakan di kelenjar juga dapat dikurangi dengan cara sering mengunyah misal untuk anak anak dan dewasa diberikan permen karet dengan tujuan merangsang kelenjar ludah mengeluarkan air ludahnya sehingga pembengkakan menjadi kempis, asal tidak menimbulkan rasa sakit.

Cara lain untuk mengurangi gejala pada daerah pembengkakan adalah mengompres pipi atau buah zakar dengan air dingin. Sedangkan untuk mengurangi demam adalah dengan mengompres dengan air hangat pada ketiak dan selangkang pada bayi/anak dapat juga diberikan pelukan orangtuanya supaya terjadi perpindahan panas dari bayi/anak ke orangtuanya.

Seperti telah disebutkan di atas, antibiotik tidak dapat membunuh virus penyebab gondongan. Virus biasanya akan disingkirkan sendiri oleh tubuh setelah beberapa hari. Oleh karena itu, faktor daya tahan tubuh sangat berperan. Untuk itu, asupan makanan penderita harus tetap diperhatikan agar daya tahan tubuhnya tidak terlalu lemah. Dokter juga sering memberikan imunomedulator seperti echinasea supaya daya tahan tubuh meningkat.

Makanan bagi penderita gondongan hendaknya disajikan dalam bentuk lunak. Tujuannya untuk mengurangi rasa sakit pada waktu mengunyah. Selain itu hindari makanan yang asam. Perlu diingat juga untuk mendorong penderita minum banyak air.

Pencegahan gondongan dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi MMR (Maesles, Mumps, Rubella). Sedangkan bagi orang yang pernah menderita gondongan, biasanya sudah memiliki kekebalan seumur hidup.

Makanan bagi penderita gondongan hendaknya disajikan dalam bentuk lunak. Tujuannya untuk mengurangi rasa sakit pada waktu mengunyah. Selain itu hindari makanan yang asam. Perlu diingat juga untuk mendorong penderita minum banyak air.

Pencegahan gondongan dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi MMR (Maesles, Mumps, Rubella). Sedangkan bagi orang yang pernah menderita gondongan, biasanya sudah memiliki kekebalan seumur hidup.

Makanan bagi penderita gondongan hendaknya disajikan dalam bentuk lunak. Tujuannya untuk mengurangi rasa sakit pada waktu mengunyah. Selain itu hindari makanan yang asam. Perlu diingat juga untuk mendorong penderita minum banyak air.

Pencegahan gondongan dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi MMR (Maesles, Mumps, Rubella). Sedangkan bagi orang yang pernah menderita gondongan, biasanya sudah memiliki kekebalan seumur hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar