Kamis, Maret 05, 2009

Kencing Manis (Diabetes Mellitus)

Akhir akhir ini kunjungan pasien dengan diagnosa Diabetes Melitus melonjak dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, mulai dari yang tidak sengaja diketahui melalui pemeriksaan laboratorium rutin maupun kencing manis yang sudah mengalami komplikasi. Yang menjadi permasalahan adalah pengetahuan pasien yang minim seputar diabetes dan kadang kala rekan sejawatpun pemahaman tentang kencing manis tidak terupdate.

Kencing manis (Diabetes Melitus) merupakan salah satu penyakit tertua pada manusia. Berasal dari istilah kata Yunani, Diabetes yang berarti pancuran dan Mellitus yang berarti madu atau gula,yang dapat diartikan banyak mengeluarkan air seni yang berasa manis karena mengandung gula. Di masyarakat penyakit ini disebut juga Kencing Manis.

Secara medis definisi diabetes melitus meluas menjadi suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif.


Penyebab Kencing Manis
Diabetes mellitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. Pada kondisi normal, kadar gula tubuh akan selalu terkendali, berkisar 70-110 mg/dL, oleh karena pengaruh kerja hormon insulin yang diproduksi oleh kalenjar pankreas.
Setiap sehabis makan makanan yang mengandung tepung-tepungan (karbohidrat) di usus terjadi penyerapan gula yang menyebabkan kadar gula darah meningkat. Peningkatan kadar gula darah ini akan memicu produksi hormon insulin oleh kalenjar pankreas.
Oleh karena pengaruh hormon insulin ini, gula dalam darah sebagian besar akan masuk ke dalam berbagai macam sel tubuh (terbanyak sel otot) dan akan digunakan sebagai bahan energi dalam sel tersebut.
Sel otot kemudian menggunakan gula untuk beberapa keperluan yakni sebagai energi, sebagian disimpan sebagai glikogen dan jika masih ada sisa, sisa sebagian tersebut diubah menjadi lemak dan protein.
Oleh karena gangguan produksi insulin dan gangguan reseptor insulin di sel sel darah terjadilah penyakit diabetes mellitus. Berdasarkan penyebabnya dikenal tipe diabetes mellitus:

1. Diabetes Mellitus Tipe I
Pada Diabetes Mellitus Tipe I penyebab utamanya ialah terjadinya kekurangan hormon insulin pada proses penyerapan makanan.
Fungsi utama hormon insulin dalam menurunkan kadar gula darah secara alami dengan cara :
- Meningkatkan jumlah gula yang disimpan di dalam hati.
- Merangsang sel-sel tubuh agar menyerap gula.
- Mencegah hati mengeluarkan terlalu banyak gula.
Jika insulin berkurang, kadar gula di dalam darah akan meningkat. Gula dalam darah berasal dari makanan kita yang diolah secara kimiawi oleh hati. Sebagian gula disimpan dan sebagian lagi digunakan untuk tenaga.
Di sinilah fungsi hormon insulin sebagai stabilizer alami terhadap kadar gula dalam darah. Jika terjadi gangguan sekresi (produksi) hormon insulin ataupun terjadi gangguan pada proses penyerapan hormon insulin pada sel-sel darah, maka potensi terjadinya diabetes melitus sangat besar sekali.

2. Diabetes Melitus Tipe II
Jika pada Diabetes Melitus I penyebab utamanya adalah kurang berfungsinya kalenjar pankreas, pada Diabetes Melitus Tipe II, gangguan utama justru terjadi pada reseptor (penerima) hormon insulin di sel-sel darah.
Dalam kondisi ini produktifitas hormon insulin bekerja dengan baik, namun tidak terdukung oleh kuantitas volume reseptor yang cukup pada sel darah, keadaan ini dikenal dengan resistensi insulin.
Walau belum dapat dipastikan penyebab utama resistensi insulin, dibawah ini terdapat beberapa faktor-faktor yang memiliki berperan penting terjadinya hal tersebut:
- Obesitas, terutama yang besifat sentral (bentuk tubuh apel)
- Diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat
- Kurang gerak badan (olahraga)
- Faktor keturunan (herediter)

Gejala Kencing Manis
Gejala awal kencing manis biasa disebut dengan 3 P, yakni :
1. Poliuria (banyak kencing)
Hal ini terjadi ketika kadar gula melebihi ambang ginjal yang mengakibatkan glukosa dalam urin menarik air sehingga urin menjadi banyak. Maka sering kali para penderita diabetes mengalami buang air kecil dengan intensitas durasi melebihi volume normal.
2. Polidipsi (banyak minum)
Karena sering buang air kecil menyebabkan kadar air dalam tubuh berkurang ini mendorong mekanisme tubuh untuk memperbanyak cairan dengan cara banyak minum (polidipsi).
3. Polifagi (banyak makan)
Seorang penderita kencing manis yang baru makan akan mengalami ketidakcukupan hormon insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel, hal ini akan menyebabkan tubuh akan selalu ‘merasa’ kelaparan, sehingga tubuh sering terasa lemah. Kompensasinya penderita akan makan lebih banyak lagi.

Gejala Lanjutan kencing manis dapat menyebabkan
1. Berat badan berkurang.
Ketika proses sekresi hormon insulin dari pankreas kurang mencukupi untuk mengubah gula menjadi tenaga, tubuh akan menggunakan simpanan lemak dan protein yang ada. ‘Pengurasan’ simpanan lemak dan protein di tubuh ini menyebabkan berkurangnya berat badan.
2. Penglihatan Menjadi Kabur.
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan perubahan pada lensa mata sehinggga penglihatan kabur walaupun baru saja mengganti kaca mata.
3. Cepat Lelah.
Karena gula di dalam darah tidak dapat diubah menjadi tenaga oleh sel-sel tubuh, maka badan ceoat merasa lelah, kurang bertenaga dan mengantuk.
4. Gatal Di Daerah Kemaluan.
Pada penderita kencing manis mudah sekali terinfeksi jamur di badan atau sekitar kemaluan menyebabkan rasa gatal terutama pada wanita.
5. Luka Sulit Sembuh
Pada penderita kencing manis, terjadi penurunan daya tubuh terhadap infeksi sehingga bila terjadi luka akan sulit sembuh. Tidak menutup kemungkinan, jika terjadi infeksi berat di daerah kaki, akan berpotensi untuk diamputasi.

Gejala Kronis Kencing Manis
Penyakit kencing manis yang tidak diobati dengan baik dapatmerusak sel sel semua organ di dalam tubuh sehingga menyebabkan berbagai komplikasi seperti
1. Impoten / Disfungsi Ereksi & Kesemutan di Kaki
2. Kerusakan ginjal
3. Gangren (infeksi berat pada kaki hingga membusuk)
4. Kebutaan
5. Serangan Stroke
6. Serangan Jantung Koroner
7. Kematian Mendadak

Penanganan Kencing Manis
Penanganan kencing manis dilakukan dengan tiga cara yaitu olah raga teratur, diet makanan yang mengandung karbohidrat dan gula, dan terapi obat-obatan.

1. Olah Raga
Salah satu tindakan pencegahan kencing manis adalah menjaga rutinitas aktifititas tubuh agar metabolisme tubuh tetap prima. Salah satunya dengan latihan olahraga.
Latihan jasmani membantu meningkatkan kinerja reseptor insulin terhadap hormon insulin. Dengan demikian gula darah dapat mudah masuk ke dalam sel darah.
Aktifitas olahraga selama 30-40 menit mampu meningkatkan pemasukkan gula darah ke dalam sel sampai 20 kali dibandingkan tidak melakukan olahraga sama sekali.
Dianjurkan aktifitas olahraga tertib dilakukan dengan frekuensi 3-5 kali seminggu, dengan intensitas 60-70 % dari Denyut Nadi Maksimal. Cara mendapatkan angka dari Denyut Nadi maksimal ialah dengan cara menghitung 220 dikurangi dengan usia.

Contoh :
Usia : 50 tahun, intensitas olahraga 60 % dalam aktifitas keseharian.
Rumus perhitungan : 0.60 x (220 – 50) = 102 kali/menit
Hasil dari hitungan disebut sebagai Denyut Nadi Sasaran, disarankan tidak melampaui dari Denyut Nadi Sasaran.
Durasi yang dianjurkan adalah 30 – 60 menit setiap kali berolahraga. Usahakan untuk tidak melakukan aktifitas olahraga lebih dari 60 menit guna menghindari hipoglikemia.
Jenis olahraga yang tepat adalah olahraga aerobik. Seperti halnya jalan, jogging, renang, bersepeda, dan senam aerobik.
Secara prinsip olahraga penting untuk dilakukan melalui tiga tahapan.
1. Pemanasan
Lakukan pemanasan dengan melakukan peregangan otot selama 5-10 menit.
2. Latihan Inti
Lakukan dalam durasi latihan selama 20 – 40menit.
3. Pendinginan
Sesuaikan latihan olahraga dengan kapasitas yang dimiliki tubuh. Jika tubuh jarang melakukan aktifitas olahraga sebelumnya, dianjurkan untuk memilih aktifitas olahraga yang ringan. Olahraga ringan ialah yang hanya membakar 5 kalori/menit, seperti halnya jalan kaki santai, bersepeda santai dan senam low impact.
Pilihlah aktifitas olahraga yang disenangi, mudah dilakukan sehingga frekuensi interval olahraga dapat terjaga, berkesinambungan, teratur, dan terukur.
Jika terdapat gejala hipoglikemia setelah berolahraga, antara lain, lemas & berkeringat, antisipasikan hal ini dengan membawa makanan kecil yang mengandung gula sederhana sehingga cepat diserap tubuh seperti permen,roti manis dll.
Biasakan melakukan aktifitas olahraga pada waktu yang sama setiap hari. Olahraga dilakukan sebaiknya pada pagi hari dan pada saat kondisi gula dalam darah mencapai puncak, yakni 2-3 jam setelah makan. Namun penting untuk diingat, hindari melakukan aktifitas olahraga disaat insulin mencapai puncaknya.

2. Pengaturan Makanan
Anjuran makanan khususnya bagi penderita kencing manis tidak berlebihan (seimbang) serta sesuai dengan kebutuhan gizi.
Makanan yang diperlukan Mengandung:
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber tenaga utama untuk kegiatan sehari-hari.
Karbohidrat terdiri dari:
1. Tepung-tepungan
Makanlah selalu salah satu sumber tepung-tepungan setiap kali makan. Contohnya: Nasi, roti, kentang, mie, ubi, singkong, dll. Kekurangan zat karbohidrat akan mengakibatkan badan lebih cepat merasa lelah karena kekurangan tenaga.
2. Gula
Gula terdapat pada berbagai makanan.
Contohnya : Gula pasir, gula merah, gula batu, sirup, madu, dan kue-kuean yang manis.
Menghindari atau membatasi gula akan membantu pengendalian gula darah. Gula dalam bumbu diperbolehkan.
2. Lemak
Lemak juga merupakan sumber tenaga. Lemak terdapat dalam minyak, margarin, santan, kulit ayam, kulit bebek dan lemak hewan lainnya. Lemak yang berlebihan dapat membuat tubuh menjadi gemuk.
Diabetes Melitus cenderung mendapat masalah dengan penyakit jantung, mengurangi makan lemak hewan dapat mengurangi resiko ini.
3. Protein
Protein digunakan untuk pertumbuhan dan mengganti jaringan yang rusak. Protein banyak terdapat pada : ikan, ayam, daging, tahu, tempe dan kacang-kacangan.
4. Vitamin dan Mineral
Vitamin dan mineral terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Zat ini berfungsi untuk membantu melancarkan kerja tubuh. Namun jika pola makan yang ada sudah cukup bervariasi setiap harinya, maka suplemen vitamin tambahan tidak perlu dikonsumsi.
5. Serat
Serat baik untuk kesehatan karena :
1. Membuat perut terasa lebih kenyang
2. Membantu menurunkan gula darah
3. Membantu menurunkan lemak darah
4. Melancarkan buang air besar.
Serat terdapat dalam:
1.Roti gandum, buah dan sayuran segar
2.Kacang-kacangan, tahu, tempe bekatul.

Garam Dapur
Garam dapur tetap dapat digunakan sebagai penyedap makanan dalam jumlah secukupnya. Garam dapur dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Kurangilah mengonsumsi makanan yang telah melewati proses pengasianan, seperti ikan asin, telur asin, dll.

Pemanis
Pemanis buatan banyak beredar di pasaran dapat dikonsumsi seperlunya. Pemanis ada yang mengandung kalori dan ada yang tidak. Perhatikan kandungan kalori yang terancum pada label kemasan. Bagi yang kegemukan, pilih yang tidak berkalori.

Jumlah dan Makanan Sehari hari
Pedoman secara umum setiap hari yang dianjurkan;
Makan 3 kali sehari yang terdiri dari :
1.Satu piring atau penggantinya
2.Satu potong ikan atau penggantinya
3.Satu mangkok sayuran
4.Buah-buahan
Diantara waktu makan di atas dapat ditambah makanan selingan.

Kegemukan
Pada tubuh yang mengalami kondisi kegemukan (obesitas) kadar glukosa dalam darah akan sulit dikendalikan. Guna menghindari hal demikian, diperlukan tindakan penanggulangan, salah satunya diet. Dimana dalam proses ini diperlukan disiplin pengaturan pola makan yang seimbang dan mengurangi makanan tinggi kalori seperti : lemak, gula, tepung-tepungan.
Disamping itu, guna mendukung proses diet, diperlukan kegiatan jasmani lebih intens dan secara teratur sesuai dengan kesukaan, seperti halnya aktifitas jalan kaki, naik sepeda, senam, berenang,

3. Terapi Obat Obatan
Untuk pengobatan Diabetes Melitus tipe nI mutlak diperlukan terapi insulin, sedangkan untuk diabetes melitus tipe II dapat diberikan Obat Anti Diabetes (OAD).
Obat anti diabetes antara lain glibenklamid, metformin, glimepirid, akarbosa dll.

Diabetes Melitus tidak menakutkan bila diketahui lebih awal. Gejala-gejal awal yang timbul jangan sampai dibiarkan, karena justru akan menjerumuskan ke dalam komplikasi yang lebih fatal. Jika berlangsung menahun, kondisi penderita Diabetes Melitus berpeluang besar menjadi ketoasidosis ataupun hipoglikemia.
Lakukan pemeriksaan dini pada tubuh, tidak perlu menunggu hingga timbul gejala. Karena dengan dilakukan diagnosis dini, dokter dan pasien dapat menanggulangi diabetes melitus dengan baik agar kita mampu mencegah tersebut sebaik-baiknya.

Konsultasikan Segera Bila Anda Mengalami Gejala Gejala Kencing Manis ke Dokter Anda.
Blog Advertising

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar