Senin, Maret 02, 2009

Pemberian Vitamin Berlebih bagi Anak yang Tidak Membutuhkan

Tulisan ini saya ambil dari hasil study yang dilakukan di Amerika,semoga bermanfaat bagi orang tua.

Anak-anak dalam kondisi sehat di Amerika Serikat banyak yang mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral setiap harinya di mana umumnya tidak ada indikasi medis untuk mengkonsumsi suplemen tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh UC Davis yang dipublikasikan pada bulan Februari 2009 dalam the Archives of Pediatric & Adolescent Medicine telah mendapatkan data di mana banyak anak dan remaja dalam kondisi sehat di Amerika Serikat mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral yang tidak mereka butuhkan.


Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak yang membutuhkan vitamin justru tidak mendapatkannya. “Banyak anak-anak dan remaja yang mengkonsumsi suplemen vitamin justru tidak membutuhkannya karena mereka mendapatkan asupan vitamin yang adekuat dari diet sehari-hari,” kata Ulfat Shaikh, ketua penelitian, asisten professor bagian anak di UC Davis School of Medicine dan seorang dokter di UC Davis Children's Hospital.

“Penelitian kami juga mendapatkan data bahwa anak dan remaja yang menghadapi resiko defisiensi (kekurangan) vitamin dan mineral justru hanya sedikit yang mengkonsumsi suplemen,” kata Shaikh.

Shaikh dan teman-temannya menganalisis data dari 10.828 anak-anak berusia antara 2-17 tahun yang terlibat dalam National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) sejak tahun 1999-2004. Para peneliti melihat dari aktivitas mereka sehari-hari, tipe makanan yang mereka konsumsi, apakah mereka memiliki asuransi kesehatan, serta beberapa faktor lain sebelum menentukan golongan anak-anak yang membutuhkan asupan suplemen.

“The American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan penggunaan vitamin pada anak sehat berusia 1 tahun ke atas.”

“Kami ingin mengetahui golongan anak manakah yang membutuhkan tambahan asupan suplemen vitamin dan mineral serta apakah suplemen ini digunakan oleh orangtua mereka untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kurangnya asupan makanan atau kebersihan makanan,” kata Shaikh.

The American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan penggunaan vitamin pada anak sehat berusia 1 tahun ke atas. Penelitian sebelumnya mendapatkan data bahwa sepertiga anak-anak di Amerika Serikat mengkonsumsi multi-vitamin setiap harinya. Penelitian terbaru menemukan bahwa anak yang berada dalam kondisi sehat, aktif, makan makanan dengan gizi seimbang, dan memiliki akses lebih baik ke pusat kesehatan justru paling banyak mengkonsumsi vitamin.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa diantara anak-anak yang memiliki kondisi sangat sehat, 37% mengkonsumsi vitamin. Namun hanya sekitar 28% anak-anak yang berada dalam kondisi sakit atau kurang gizi yang mengkonsumsi vitamin.

“Mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral dalam jumlah banyak dapat menyebabkan efek samping yang bervariasi, mulai dari muntah sampai efek samping serius seperti kerusakan ginjal.”

Di dalam penelitian yang sama juga ditemukan bahwa banyak anak dengan overweight atau berat badan berlebih mengkonsumsi multivitamin. Sekitar 30-40% anak-anak yang makan sayuran dan minum susu mengkonsumsi multivitamin. Suplemen untuk anak-anak dan remaja yang sehat dan makan makanan dengan nutrisi seimbang sebenarnya tidak dibutuhkan secara medis namun memang tidak diatur oleh Food and Drug Administration (FDA).

Sebaliknya, justru banyak ditemukan kasus overdosis pada anak-anak usia 2-4 tahun yang berkaitan dengan konsumsi vitamin dan permen. Mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral dalam jumlah banyak dapat menyebabkan efek samping yang bervariasi, mulai dari muntah sampai efek samping serius seperti kerusakan ginjal. Shaikh berkata bahwa penelitian di masa depan mengenai isu ini akan disertakan dengan wawancara kepada orangtua mengenai alasan mereka memberikan suplemen vitamin dan mineral pada anak padahal tidak ada indikasi medis untuk memberikannya.

Kapan saatnya putra putri anda membutuhkan vitamin? Konsultasikan ke Dokter AndaBlog Advertising

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar